Ciri-Ciri Pokok Karakteristik Kualitatif dalam Laporan Keuangan

Share :

Pertanyaan:

D-Lead yth.,

Apa yang menjadi ciri-ciri pokok dari karakteristik kualitatif?

(Pertanyaan dari Erza Nabira)

Jawaban:

Karakteristik kualitatif ini juga dipandang sebagai suatu ciri khas perumusan informasi dalam laporan keuangan. Terdapat 4 (empat) ciri pokok, yaitu:

  • Dapat dipahami (understandability

Informasi dalam laporan keuangan hendaknya mudah dipahami oleh users. Untuk maksud ini, users diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, juga tentang akuntansi serta memiliki kemampuan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.

  • Relevansi (relevance

Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan haruslah relevan untuk memenuhi kebutuhan user dalam proses pengambilan keputusan. Informasi dapat dikatakan relevan apabila dapat mempengaruhi users dalam pengambilan keputusan ekonomi dengan membantu untuk mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, atau masa depan.

Materialitas, relevansi informasi acapkali dipengaruhi oleh aspek hakekat dan materialitasnya. Suatu informasi dipandang material apabila kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi yang diambil ole users atas suatu laporan keuangan.

  • Keandalan (reliability)

Agar bermanfaat, informasi dalam laporan keuangan juga harus andal (reliable). Informasi dianggap memiliki kualitas yang andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, bebas dari kesalahan material, dan dapat diandalkan oleh users sebagai penyajian yang jujur (faithful representation) yang mencakup semua informasi yang seharusnya disajikan.

Dalam karakteristik keandalan ini terdapat 6 (enam) faktor yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Penyajian jujur (faithful representation)

Informasi dalam laporan keuangan haruslah menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan, atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan, misalnya neraca, harus menggambarkan dengan jujur semua transaksi serta peristiwa lainnya dalam bentuk aktiva, kewajiban, dan ekuitas yang seharusnya ada pada tanggal pelaporan.

  • Substansi mengungguli bentuk (substance over form)

Substansi transaksi atau peristiwa lain, tidak selalu konsisten dengan apa yang tampak dari bentuk hukum. Oleh karena itu semua transaksi dan peristiwa lain, hendaknya dicatat dan disajikan dengan jujur sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi, bukan hanya bentuk hukumnya.

  • Netralitas (neutrality)

Informasi dalam laporan keuangan harus diarahkan kepada kebutuhan semua users dan tidak boleh disajikan untuk keuntungan beberapa pihak tertentu.

  • Pertimbangan sehat (prudence)

Pertimbangan sehat yang mengandung unsur kehati-hatian harus diutamakan dalam penyusunan laporan keuangan. Dalam hal ini hendaknya aktiva atau penghasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban atau beban tidak dinyatakan terlalu rendah. Pertimbangan sehat ini sangat berperan dalam menghadapi ketidakpastian suatu peristiwa atau keadaan tertentu, misalnya penentuan kolektibilitas piutang, prakiraan masa manfaat aktiva tetap, dan tuntutan atas jaminan garansi yang mungkin timbul.

  • Kelengkapan (completeness)

Agar dapat diandalkan, informasi dalam laporan keuangan harus lengkap. Kesengajaan untuk tidak mengungkapkan sesuatu (omission), mengakibatkan informasi menjadi tidak benar atau menyesatkan, sehingga tidak dapat diandalkan.

  • Tepat waktu (timeliness)

Faktor ini merupakan kendala terhadap informasi yang relevan dan andal. Untuk menyediakan informasi tepat waktu, seringkali laporan keuangan belum dapat mencakup seluruh aspek transaksi, sehingga mengurangi keandalan informasi. Sebaliknya jika laporan ditunda sampai seluruh aspek diketahui, informasi tersebut menjadi kurang relevan karena telah lewat waktu.

  • Dapat dibandingkan (comparability)

Users seharusnya dapat memperbandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan. Users juga hendaknya dapat memperbandingkan laporan keuangan antar perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif. 

Implikasi penting dari karakteristik kualitatif adalah bahwa users seharusnya mendapat informasi tentang konsistensi kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan.

Demikian jawaban dari kami, semoga dapat membantu.

Sumber: Hertanto, Ari Wahyudi, Aspek-Aspek Hukum Dalam Praktek Bisnis, Cetakan Pertama, 2010, Penerbit Rizkita.

 

Scroll to Top
Open chat
1
Selamat datang di D-LEAD ada yang bisa kami bantu ?