27.3 C
Jakarta
Wednesday, October 20, 2021

YAP THIAM HIEN

YAP THIAM HIEN
SANG PENDEKAR KEADILAN
(1913-1989)

KERAP MENERIMA PERLAKUAN DISKRIMINATIF

Yap Thiam Hien lahir di Banda Aceh 25 Mei 1913. Lahir dari keluarga berada dan kakeknya merupakan Kepala Kelompok Tionghoa yang ditunjuk oleh pemerintah Hindia Belanda kala itu. Dikutip dari voi.id, pengalaman pendidikan Yap Thiam Hien di sekolah Belanda membuatnya sadar akan adanya diskriminasi yang kental. Di sekolah, Yap yang berasal dari etnis Tionghoa selalu jadi bahan ejekan oleh teman-temannya.

MENJADI ADVOKAT UNTUK MENENTANG KESEWENANGAN PENGUASA

“Saya dibesarkan di lingkungan perkebunan yang feodalistis. Tapi masa kecil itu justru membuat saya benci dengan penindasan.” Ujar Yap Thiam Hien seperti dikutip dari buku Tokoh Tionghoa dan Identitas Indonesia, karya Leo Suryadinata.
Pasca Indonesia merdeka, yakni tahun 1946 Yap pergi ke Belanda untuk kuliah. Ia mengambil jurusan hukum di Leiden dan mendapat gelar Meester in de Rechten. Kemudian kembali ke tanah air dan menjadi Advokat.

MEMBELA KLIEN PEDAGANG PASAR SECARA PRO BONO

Pada 1950, ia membela tukang kecap keliling di Pasar Baru, Jakarta yang ditangkap dan dipukul tanpa sebab.

Kemudian, ia membela pedagang Pasar Senen yang digusur pemilik gedung. Dalam persidangan ia bersuara lantang menyerang pengacara pemilik gedung.
Seringkali Yap membela klien yang sebelumnya ditolak advokat lain karena miskin atau memiliki pandangan ideologi yang berbeda.

Kiprahnya terus berlanjut pada 1968 ketika ia menangani kasus pengusaha bengkel yang mengaku diperas Kepala Kejaksaan Tinggi Jakarta dan Kepolisian Daerah Jakarta. Ketika proses peradilan berlangsung, Yap justru ditahan karena dianggap mencemarkan nama baik kedua institusi.

Yap juga pernah membela AM Fatwa, tokoh muslim yang dituduh terlibat demonstrasi di Tanjung Priok tahun 1984 serta membela Subandrio, mantan wakil perdana menteri di era Presiden Soekarno yang ditangkap karena tuduhan terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.

“Jika Saudara hendak menang perkara, jangan pilih saya sebagai pengacara anda, karena kita pasti akan kalah. Tapi, jika saudara merasa cukup dan puas mengemukakan kebenaran Saudara, saya mau menjadi pembela Saudara” -Yap Thiam Hien-

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles